Kupendam Cinta Selama 6 Tahun

Tuhan mempertemukan aku kembali dengannya. Ya, dia yang pernah aku idamkan semasa SMA. Sepertinya kulitnya menghitam. Mungkin karena ia semakin sering berlatih basket, hobi yang membawanya menjadi juara tingkat SMA di kota kelahiran kami tercinta.

 

Ketika naik ke tingkat 2 SMA, kebetulan kelas kami berhadapan. Di kelas yang ramai, penuh dengan bau kapur itu untuk pertama kalinya aku merasa grogi yang tak tertahankan di hadapannya. Aku menjadi sangat suka memandangi wajahnya. Senyumannya seperti menarik napas aku hingga ke ubun-ubun.

 

Setiap kali membayangkannya, entah kenapa mata ini selalu berkaca-kaca sampai napas menjadi sesak. Meski telah meneguk segelas air putih, tapi napas ini tetap tidak mau dikendalikan. Seperti ini rasanya. Seperti judul lagu band terkenal di Indonesia, Cinta dalam Hati adalah ungkapan tepat yang menggambarkan hubungan khayalan aku dengannya.

 

Sampai dengan hari perayaan kelulusan angkatan kami. Untuk terakhir kalinya, aku melihat begitu gagah layaknya panglima perang yang menunggangi kuda putih membawa anak panah yang diarahkan ke dalam hati aku dan siap untuk ia lepas.

 

Sayangnya, hal itu tak pernah terjadi.

 

Hari itu, hari pernikahan teman kami. Aku melihatnya tetap gagah mempesona meski hanya dengan sandal karet hitam yang sepertinya sudah ia miliki sejak lama. Dia duduk tepat di belakangku. Kami berkenalan. Karena memang sebelumnya ia tak pernah mengenal dan melihat saya semasa sekolah dulu.

 

Hanya itu. Saya berpikir dan berharap lebih. Misalnya, ia meminta pin BBM atau nomor WhatsApp. Tapi, ternyata tidak.

 

Malam harinya, akun BBMku menyatakan sebuah undangan baru. Aku lihat namanya di sana. Tanpa pikir panjang aku menerima undangan itu dan kami bercakap-cakap seolah meluapkan kerinduan dalam yang selama ini telah dipendam lama.

 

Cinta 6 tahun yang kupendam kini tak mampu lagi untuk kuteruskan. Aku tak mampu lagi untuk memendamnya. Terima kasih Ning Asmara, terhitung sudah 3 bulan saya memakai susuk pemikat. Di bulan ketiga itulah hari pertemuan kami setelah 6 tahun menunggu.

 

Olivia, Pati