Bersaing untuk Mendapatkan Hati Seorang Model

Saya adalah seorang asisten manajer rumah produksi. Kebetulan hari itu ada casting di kantor. Seperti biasa, bersama dengan manajer atau atasan langsung, saya bergegas untuk menata area pemotretan. Meskipun bukan bagian tim kreatif, tapi saya sering diminta bos untuk mengeceknya. Hal ini dikarenakan saya sudah bekerja untuk pak bos selama hampir 7 tahun dan hanya saya yang mampu mengerti keinginannya dengan baik.

 

Iya. Di hari itulah untuk pertama kalinya saya bertemu dengan model berhijab yang amat santun, lemah lembut dengan aroma khas yang membuat keringat dingin mengucur deras di dahi saya ketika berhadapan dengannya. Tanpa merasa risih terhadap saya yang notabene hanya sekedar asisten, ia mengulurkan tangannya untuk memberikan tisu guna mengelap keringat tersebut. Sejak saat itu, saya berharap dan selalu berdoa bahwa wanita manis dengan tahi lalat di pipi sebelah kanan itu mau untuk terus mengulurkan tangannya kepadaku.

 

Tak pernah saya sangka sebelumnya. Ternyata manajer saya pun jatuh hati kepadanya. Ada perasaan takut dan rasa bersalah, tapi biar bagaimanapun juga ia adalah wanita yang membuat saya terpikat setelah sekian lama menjomblo. Apabila dilihat dari segi penampilan dan fisik, antara saya dan manaher tidak kalah jauh.
Namun, apabila dilihat dari segi status sosial, maka saya kalah jauh. Saya coba untuk mencari solusi lain. Hingga akhirnya saya bertemu dengan susuk pemikat. Usaha lahir berupa perhatian tulus dan niat serius untuk menikahinya, saya barengi dengan usaha batin, yakni susuk pemikat dari Ning Asmara.

 

Alhamdulillah. Dia lebih memilih saya dibandingkan dengan manajer yang notabene jauh lebih kaya dari saya. Yes! Maafkan saya pak manajer. hehehehe.

Nanang Abdullah, 33 tahun, Jakarta

KLIK DISINI – UNTUK MENDAPATKAN SUSUK PEMIKAT