Inilah Motif Pelakor Tega Merebut Suami Orang

Salah satu masalah besar yang dihadapi ketika berumah tangga yaitu adanya orang ketiga. Perselingkuhan yang menghadirkan pihak ketiga akan meretakkan hubungan yang sudah terjalin dengan ikatan suci pernikahan. Pihak ketiga atau istilah tren saat ini ‘Pelakor’ Perebut Laki Orang menjadi penyebab keretakan rumah tangga.

Sebagai seorang istri pasti akan merasa sakit hati ketika mengetahui ada pihak ketiga antara dia dan suaminya. Pengkhianatan yang dilakukan suami dengan perempuan lain ini akan meninggalkan luka mendalam bahkan bisa menjadi trauma bagi seorang istri yang sudah berusaha menjaga keutuhan rumah tangga.

Perselingkuhan yang dilakukan oleh seorang pelakor bisa setega itu merebut suami orang. Padahal pelakor juga seorang perempuan yang seharusya juga memahami bagaimana rasanya jika pasangannya direbut oleh orang lain. Pasti dia juga dia akan merasakan sakit hati ketika ditinggal oleh pasangannya. Tetapi meskipun begitu masih ada saja perempuan yang berani menjadi seorang pelakor.

Lalu apa motif seorang perempuan tega menjadi pelakor?

Seorang pakar percintaan sekaligus kelancaran rezeki, Dewi Kerezekian, menjelaskan bahwa seorang perempuan tega menjadi perebut suami orang karena ada beberapa motif. Bisa jadi seorang perempuan nekat menjadi pelakor karena tidak menemukan kebahagiaan dengan pasangannya. Tapi dia bisa menemukan kebahagian dengan pria lain yang sudah menjadi suami orang. “Perempuan seperti ini bisa tega menjadi pelakor karena hanya ingin menuruti kemauan dan kesenangannya sendiri. Tanpa memikirkan bagaimana perasaan pasangannya yang sebenarnya dan tentunya juga menyakiti perempuan lain yang merupakan istri dari pria yang menjadi selingkuhannya”, ucap Dewi Kerezekian.

Selain itu, modus pemerasan juga menjadi salah satu motif yang melatar belakangi seorang perempuan tega menjadi pelakor. Seorang perempuan yang berani menjadi pelakor dengan modus pemerasan sangat tidak memiliki hati dan perasaan. Karena akan menyakiti perasaan dua orang. Tidak hanya menyakiti seorang istri tetapi juga akan menyakiti si pria. Jika pria yang dijadikan selingkuhan menyadari bahwa perempuan itu hanya menginginkan harta dan kekayaannya, maka dia akan kecewa dan sakit hati telah dikelabuhi oleh seorang perempuan yang tidak berperasaan.

Pelakor yang bermodus pemerasan biasanya diawal hubungan akan bersikap sangat manis dan begitu perhatian kepada pasangan. Tapi lama-kelamaan sikap baik itu akan luntur bahkan hilang jika harta pria tersebut sudah habis. Dengan mudahnya pelakor itu akan meninggalkannya dan mencari pria lain yang memiliki kekayaan lebih melimpah.

Dewi Kerezekian juga menjelaskan motif ketiga yang menjadi penyebab seorang perempuan tega menjadi pelakor yaitu karena menyukai tantangan. Menjalin hubungan dengan suami orang akan memberikan tantangan dan kepuasan tersendiri. Perempuan tersebut akan merasa senang jika berhasil merebut perhatian lelaki tersebut dari istri sahnya. Dia akan merasa menang dari perempuan tersebut. “Menjalin hubungan seperti itu menurutnya sebuah kompetisi dan menunjukkan bahwa dirinya lah yang terbaik dibanding perempuan lain”, tutur Dewi Kerezekian.

Padahal menjalin hubungan bukanlah sebuah kompetisi, melainkan sebuah komitmen untuk hidup bersama dan saling mendukung satu sama lain. Jika ada masalah yang menghantam, maka sebaiknya dibicarakan baik-baik dengan pasangan. Kedewasaan menghadapi masalah sangat dibutuhkan agar mudah menghadapi masalah meskipun terlihat sulit. Ketika menghadapi masalah, dukungan pasangan juga sangat dibutuhkan. Maka jangan pernah meninggalkan pasangan ketika sedang menghadapi masalah. Sebisa mungkin selalu ada untuk pasangan dan saling mendoakan satu sama lain.

Comments are Closed